Keindahan Candi Prambanan

  • pemesanan online1
  • callcenter

Candi-Prambanan

Sejarah Candi Prambanan. Candi Prambanan merupakan kelompok candi yang dibangun oleh raja-raja pada Dinasti Sanjaya pada abad IX. Dengan ditemukannya sebuah tulisan nama Pikatan pada candi menimbulkan pendapat bahwa candi prambanan ini dibangun oleh Rakai Pikatan yang kemudian diselesaikan oleh Rakai Balitung.  Penemuan ini berdasarkan prasasti berangka 856 M yaitu “Prasasti Siwargrarha” sebagai manifest politik untuk meneguhkan kedudukannya sebagai raja yang besar.Prasasti Siwargrarha tahun 856 M yang dikeluarkan oleh Rakai Pikatan tidak diketahui asalnya, kini disimpan di Museum Nasional Jakarta. Prasasti ini mulai menarik perhatian setelah J.G. De Casparis berhasil menguraikan dan membahasnya.

 

Relief-Candi-Prambanan

Komplek Candi Prambanan terletak persis di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan propinsi Jawa Tengah. Letaknya kurang lebih 17 km ke arah timur dari kota Yogyakarta. Candi Prambanan masuk ke dalam dua wilayah yakni Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY dan Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Candi yang kaya akan nilai-nilai budaya ini terletak pada Koordinat Candi Prambanan 7°45’06.96″ S dan 110°29’28.20″ E (sumber google earth). Komplek candi Prambanan berdiri 200 meter sebelah utara Jl. Raya Yogya-Solo. Sedangkan untuk pintu masuk taman wisata candi Prambanan dari arah sebelah timur.

Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Jawa Tengah, Candi Prambanan tersebut ditemukan kembali dalam keadaan runtuh dan hancur serta ditumbuhi semak belukar. Hal ini karena telah ditinggalkan manusia pendukungnya beratus-ratus tahun silam. Secara administratif kompleks candi ini berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi-candi di daerah Prambanan pada awal ditemukannya hanya tinggal reruntuhan saja. Kerusakan-kerusakan pada candi-candi banyak disebabkan antara lain:

1. Tidak terpelihara lagi candi-candi yang dikarenakan kerajaan yang menguasai berpindah tempat.

2. Terjadinya bencana alam seperti gempa bumi yang dasyat pada tahun 1867 dan beberapa kali meletusnya gunung Merapi.

3. Dipergunakannya bagian-bagian candi untuk keperluan rakyat bahkan pemerintah sendiri.

4. Para Arkeologi yang mengambil arca-arca untuk keperluan museum.

Saat ini tidak mengherankan bila ada bagian-bagian dari candi banyak yang telah berpindah tempat. Seandainya semua itu masih berada ditempatnya, bagaimanapun berhamburan masih dapat disusun kembali seperti pemugaran candi Prambanan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *